feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

Minggu, 15 Juni 2008

Ilmiah tapi Tak Masuk Akal

Bisakah air diolah menjadi bahan bakar? Dulu ada sseseorang yang menyatakan sanggup untuk mewujudkan bahan bakar dari air. Bahkan ide ini sempat dipatenkan (dalam proses) oleh Universitas yang sudah terkenal di yogyakarta.

Berita adanya penemuan yang menyatakan air bisa dijadikan bahan bakar seolah2 menjadi obat luka akibat kenaikan BBM yang sangat tidak memihak rakyat. Tapi ternyata obat yang tadinya terasa sangat membantu ini adalah sebuah kebohongan ilmiah. Bagaimana tidak, daam sebuah laporan yang diberitakan oleh sebuah portal berita. Disebutkan bahwa penemua tersebut adalah akal-akalan dan ada unsur kebohongan.

Yang menjadi pertanyaan buat saya sendiri adalah. Kenapa pihak Universitas tersebut yang nota bene berbasis Islam begitu saja percaya dengan adanya :"anyu Geni" dan PLTM yang disebut oleh para peneliti dari UGM sebagai Pembangkit Listrik Tenaga "JIN".

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran buat kita semua. Jangan mudah percaya dengan sesuatu yang belum ada buktinya.

Senin, 19 Mei 2008

Isolasi dan Karakterisasi Amilase dari Kapang Alkalotoleran Asal Limbah Cair Tapioka

Nisa Rachmania Mubarik, Evi Damayanti & Sri Listyowati

Jurusan Biologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Jalan Raya Pajajaran , Bogor 16144 Tel./Fax. +62-251-345011, E-mail: riknisa@telkom.net

Abstract

A total of 6 fungi isolates of growing at pH 9 and 2 isolates on pH 10 with amylolytic indexes 0f 0.07-1.42 have been isolated from cassava starch liquid waste. Two isolates having the highest amylolytic index were identified as Aspergillus sydowii K10 (1.42) and Aspergillus versicolor L30 (1.4). Both A. sydowii K10 and A. versicolor L30 were described as alcalotolerant for being able to grow with range pH 5-10. The optimal -amylases production of A. sydowii K10 and A. versicolor L30 was obtained after 4 and 3 days of incubation at 300C. The optimum of -amylase activity from A. sydowii K10 was at 400C and 700C, and pH 6; while those from A. versicolor L30 was at 500C and pH 6 respectively. Both A. sydowii K10 and A. versicolor L30 could produce glucoamylase. The optimum of glucoamylase activity from A. sydowii K10 was at 400C and pH 5, while those from A. versicolor L30 was at 500C and pH 5 respectively.

Key words : characterization, -amylase, glucoamylase, Aspergillus sydowii, Aspergillus versicolor.

Maaf, artikelnya cuma tersedia dalam bentuk abstraknya saja. Klo mau yanglengkapnya, silahkan menghubungi contact person di atas.